Sabtu, 12 April 2014

ALWAYS BEEN YOU-cerpen

oleh : Putri Tazkiyaturrizqi
hari mulai gelap. burung-burung berterbangan kembali ke sarangnya. terlihat gadis manis dengan seragam putih abu-abu yang masih melekat sempurna pada tubuh mungilnya, tengah terdiam menatap kosong pada satu titik didepannya, gundukan tanah. Bella Dwi Ariyani, nama itu terpampang pada papan nama yang melekat di baju putih miliknya. air matanya mengalir deras, fikirannya kembali pada kejadian beberapa  tahun yang lalu. kejadian yang sepertinya begitu memilukan baginya.
“bell??” panggil seorang pemuda pada gadis manis disampingnya.
“iya, kenapa Za?” jawab gadis itu menoleh menatap wajah pemuda yang ia sebut Za, tepatnya Reza Anugrah.
“kita udah lama kenal, aku juga udah ngrasa nyaman deket kamu”
“will you be my girl friends, Bella?”  lanjutnya. tangannya menggenggam erat jemari Bella.
“yes, I will!” dengan sedikit berfikir, Bella menjawab dengan mantap. senyuman manis mengembang dibibir keduanya. dengan sigap, Reza langsung membawa Bella kedalam dekapan hangatnya.
“makasihh” Reza lirih.
hari demi hari Reza dan Bella lalui, tak berasa kini mereka telah menginjak bulan pertama dalam  hubungan mereka. tertawa, bersedih, terluka,  mereka lalui bersama.
“happy anniversary 1st month sayang..” Bella membawa kue anniversary yang berwarna putih-biru nan cantik itu lalu meniup lilin yang membentuk angka 1 bersama dengan Reza.
“happy anniversary to sayang..mwahh” Reza mengecup kening Bella agak lama.
mereka menikmati malam pada hari jadinya itu didanau yang menjadi saksi dimana Bella gadis lugu pintar yang sangat natural itu dapat menaklukan hati seorang Reza pemuda yang terkenal ganteng dan sangat cuek di sekolahnya. malam itu begitu indah, ditemani bulan, bintang dan udara yang menjadi pelengkap perayaan hari jadi mereka berdua. Reza dan Bella berbaring diatas rerumputan yang sedikit basah karena ulah sang embun yang terasa dingin.
“Bella!” Reza memiringkan tubuhnya menghadap Bella. Bella menoleh dan menatap mata yang sangat dia sukai dari seorang Reza.
“satu bulan lagi kita lulus” lanjutnya.
“iya Za,”
“ayah bilang, aku harus meneruskan sekolahku di L.A,”
“ohh.. bagus dong,”
“tapi aku ngga mau ninggalin kamu” ucap Reza dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
“aku akan tunggu kamu disini” Bella memeluk erat tubuh kekar sang kekasih. perlahan namun pasti cairan bening meluncur bebas dari pelupuk matanya. di bayangkannya kejadian-kejadian yang akan dia lalui tanpa Reza.
“tapi kamu jangan nangis” Reza melonggarkan pelukannya dan menarik dagu Bella yang menunduk agar mau menatapnya. dia hapus air mata itu dengan ibu jarinya lalu dikecupnya kedua kelopak mata Bella yang tengah terpejam.
satu bulan berlalu,
suara sorak sorai terdengar nyering di sebuah sekolah yang bisa di bilang mewah itu.
“yeaaaaayy.. kita lulus”
“selamat yaa..”
“horee..”
“asikkkk…”
tak berbeda dengan mereka, gadis mungil ini juga tengah bersorak-sorai karena keberhasilannya melawan soal ujian nasional. tahu kah kalian, dia menjadi lulusan terbaik tahun ini.
“selamat ya Bell, kamu hebat!” ucap salah satu sahabat dekatnya.
“haha.. sama-sama, kamu juga hebat” balasnya dengan senyuman khas milik seorang Bella
“Bella!” panggil seseorang diseberang sana.
Bella menoleh, didapatinya wajah teduh milik seorang yang mampu membuatnya tenang.
“selamat ya sayang, kamu hebat… aku bangga deh sama kamu”  Reza mengecup kening Bella lama.
“kamu juga, selamat ya sayang. kita lulus.. yeayy”
“oh iya. nanti malam, kita rayain yuk.. bikin party gitu” Reza duduk di bangku panjang yang berada di sebelahnya tadi.
“bolehh..” balas Bella yang ikut duduk bersama Reza
“oke deh. nanti malam, aku jemput kamu jam 7 malam”
“oke deh.. aku tunggu kamu dirumah yaa”
gelap menguasai langit, terlihat seorang pemuda berdiri didepan pintu rumah mewah. di tekannya bell yang ada pada samping kanan pintu itu.
wajahnya sulit digambarkan ketika siempunya rumah membukakan pintu untuknya. cantik, batinnya.
“malam za. koq bengong sih? ayo..” ucap gadis itu.
“ehh.. kamu cantik bangett Bell..” Reza
“ahh.. kamu.. jadi jalan ngga nih?”
“ehh.. jadi dongs..” Reza menggandeng Bella menuju mobil  sport putih miliknya.
hening- tak ada satu kata pun yang keluar dari mulut mereka didalam mobil. hanya ada suara music kecil yang sengaja Rezza nyalakan.
30 menit berlalu,
Reza membukakan pintu untuk Bella yang ternyata ditutup matanya dengan penutup mata. perlahan, Bella mengikuti langkah Reza yang menuntunnya menuju suatu tempat yang telah Reza siapkan.
“buka..” Bella membuka penutup matanya.
“ahh.. Za, indah banget.. kamu yang bikin?” Bella tak menyangka, taman yang tadinya biasa-biasa saja kini menjadi taman yang sangat indah. lampu-lampu menghiasi taman itu.
“hehe..” Reza tersenyum simpul menunjukkan deretan gigi putihnya. dibawanya Bella menuju tempat utama, tempat dinner yang sangat indah mengapung bebas di tengah danau.
mereka menjalankan malam yang indah itu berdua. mereka tertawa, bercerita, dan sesekali muka Bella menjadi merah karena ulah Reza yang menggombalinya.
tak terasa malam semakin larut. udara mulai dingin hingga menusuk tulang. suasana kini menjadi serius. terllihat dari ekspressi muka mereka.
“Bella, satu minggu lagi aku akan ke L.A” ujarnya perlahan. menggenggam erat jemari gadisnya itu yang mulai menunjukkan ekspressi sedih pada wajah cantiknya. Bella masih terdiam, hanya saja matanya mulai berkaca-kaca. sepertinya ia menginginkan agar Reza tetap disini bersamanya.
“Bell..” Reza menarik dagu mili Bella agar menatapnya. di tangkupnya pipi cuaby Bella dengan kedua  telapak tangannya. dia tahu, gadisnya ini tak rela jika dia pergi.
“hikss..” tangisnya mulai pecah. aliran sungai kecil mengalir begitu deras dari pelupuk mata indahnya. Reza membawanya kedalam dekapannya.
“aku janji, aku pergi untuk kembali. aku akan jaga hati aku agar tetap menjadi milikmu. aku akan setia dengan cinta aku walaupun kita LDR”
“hiks.. Za..” Bella merenggangkan pelukannya kemudian ditatapnya wajah tampan milik kekasihnya itu.
“jangan nangis dong.. jelek tau kalo nagis”
“aku akan tunggu janji kamu Za, aku akan nunggu disini untuk kamu. sampai kamu kembali”
satu minggu berlalu,
kini saatnya Reza beranngkat menuju L.A, buliran air mata kini terjun sempurna dari pelupuk mata Bella. Reza memeluk erat tubuh mungil Bella yang mulai melemas.
“please,, jangan buang air mata kamu karena aku”
“hikss.. Za..” Bella memper-erat pelukannya pada tubuh kekar Reza dan mulai merasakan bajunya telah basah karena Reza yang menangis. ia masih terisak.
“jaga diri kamu baik-baik… aku pergi untuk kembali.. aku janji aku akan jaga hati aku untuk kamu. dan kamu  harus janji jangan pernah sia-siain air mata kamu untuk aku” Reza melonggarkan pelukannya. ditariknya kedua belah bibir Bella hingga membentuk sebuah senyum yang sangat manis walaupun masih ada aliran bening yang mengalir.
“kamu harus janji, kamu akan baik-baik disana, jangan telat makan, jangan kecapean, dan satu lagi jangan lupa shalat. aku disini bakal jaga hati, mata, perasaan dan diri aku untuk kamu, Za.” Bella tersenyum kemudian memeluk Reza kembali.
“gitu dong, ini baru pacar Reza. ngga cengeng, kan cantik” ungkap Reza melonggarkan pelukannya. ditangkupnnya pipi Bella dengan kedua telapak tangannya kemudian mengecup kening Bella lama.
pesawat yang ditumpangi Reza telah take off  beberapa jam yang lalu. kini Bella tengah duduk didepan televisi. betapa terkejutnya saat berita menyatakan pesawat air land yang 3 jam  lalu telah take off dari bandara Soekarno Hatta menuju L.A terjatuh disebuah jurang. air matanya langsung membasahi pipinya, jantungnya berdegub kencang. dan seketika itu juga ia mendapat kabar dari ibu Reza bahwa Reza kecelakaan dan tidak dapat tertolong lagi. air matanya semakin deras, kakinya melemas tak mapu lagi untuk menahan beban pada tubuhnya.
kini jenazah Reza telah selesai di makamkan. air mata masih saja mengantarkan kepergiannya.
sakit hatinya saat mengingat kejadian itu. air matanya ingin sekali keluar dari pelupuk matanya. namun, ia teringat pada ucapan Reza yang terakhir kali sebelum pesawat yang Reza tumpangi jatuh disebuah jurang. “please,, jangan buang air mata kamu karena aku”. di taruhnya sebucket bunga diatas tempat keabadian seorang Reza Anugrah yang selama ini telah memberikan hari-harinya menjadi bahagia. dilangkahkan kakinya keluar dari pemakaman itu.
aku janji, aku akan jaga hati aku buat kamu. aku janji, aku ngga akan pernah buanng-buang air mata aku untuk kamu dan untuk siapapun. semua kenangan yang telah kau goreskan dengan cinta kasih yang kamu untuk aku, akan aku simpan dan tak akan pernah aku lupakan. makasih Reza, kamu telah membuat hari-hariku menjadi indah walaupun itu hanya sekejap saja. apa pun yang kan terjadi, ku kan selalu jadi milikmu, I will be here forever. I love you Reza Anugrah.------ (Bella)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar