hari mulai
gelap. burung-burung berterbangan kembali ke sarangnya. terlihat gadis manis
dengan seragam putih abu-abu yang masih melekat sempurna pada tubuh mungilnya,
tengah terdiam menatap kosong pada satu titik didepannya, gundukan tanah. Bella
Dwi Ariyani, nama itu terpampang pada papan nama yang melekat di baju
putih miliknya. air matanya mengalir deras, fikirannya kembali pada kejadian beberapa tahun yang lalu. kejadian yang sepertinya
begitu memilukan baginya.
“bell??” panggil seorang pemuda pada
gadis manis disampingnya.
“iya, kenapa Za?” jawab gadis itu menoleh menatap
wajah pemuda yang ia sebut Za, tepatnya Reza Anugrah.
“kita udah lama
kenal, aku juga udah ngrasa nyaman deket kamu”
“will you be my
girl friends, Bella?” lanjutnya. tangannya menggenggam erat jemari
Bella.
“yes, I will!” dengan sedikit berfikir, Bella
menjawab dengan mantap. senyuman manis mengembang dibibir keduanya. dengan
sigap, Reza langsung membawa Bella kedalam dekapan hangatnya.
“makasihh” Reza lirih.
hari
demi hari Reza dan Bella lalui, tak berasa kini mereka telah menginjak bulan
pertama dalam hubungan mereka. tertawa,
bersedih, terluka, mereka lalui bersama.
“happy anniversary
1st month sayang..”
Bella membawa kue anniversary yang berwarna putih-biru nan cantik itu lalu
meniup lilin yang membentuk angka 1 bersama dengan Reza.
“happy anniversary
to sayang..mwahh”
Reza mengecup kening Bella agak lama.
mereka
menikmati malam pada hari jadinya itu didanau yang menjadi saksi dimana Bella
gadis lugu pintar yang sangat natural itu dapat menaklukan hati seorang Reza
pemuda yang terkenal ganteng dan sangat cuek di sekolahnya. malam itu begitu
indah, ditemani bulan, bintang dan udara yang menjadi pelengkap perayaan hari
jadi mereka berdua. Reza dan Bella berbaring diatas rerumputan yang sedikit
basah karena ulah sang embun yang terasa dingin.
“Bella!” Reza memiringkan tubuhnya
menghadap Bella. Bella menoleh dan menatap mata yang sangat dia sukai dari
seorang Reza.
“satu bulan lagi
kita lulus”
lanjutnya.
“iya Za,”
“ayah bilang, aku
harus meneruskan sekolahku di L.A,”
“ohh.. bagus dong,”
“tapi aku ngga mau
ninggalin kamu”
ucap Reza dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
“aku akan tunggu
kamu disini”
Bella memeluk erat tubuh kekar sang kekasih. perlahan namun pasti cairan bening
meluncur bebas dari pelupuk matanya. di bayangkannya kejadian-kejadian yang
akan dia lalui tanpa Reza.
“tapi kamu jangan
nangis” Reza
melonggarkan pelukannya dan menarik dagu Bella yang menunduk agar mau
menatapnya. dia hapus air mata itu dengan ibu jarinya lalu dikecupnya kedua
kelopak mata Bella yang tengah terpejam.
satu
bulan berlalu,
suara
sorak sorai terdengar nyering di sebuah sekolah yang bisa di bilang mewah itu.
“yeaaaaayy.. kita
lulus”
“selamat yaa..”
“horee..”
“asikkkk…”
tak
berbeda dengan mereka, gadis mungil ini juga tengah bersorak-sorai karena
keberhasilannya melawan soal ujian nasional. tahu kah kalian, dia menjadi
lulusan terbaik tahun ini.
“selamat ya Bell,
kamu hebat!”
ucap salah satu sahabat dekatnya.
“haha.. sama-sama,
kamu juga hebat”
balasnya dengan senyuman khas milik seorang Bella
“Bella!” panggil seseorang diseberang
sana.
Bella
menoleh, didapatinya wajah teduh milik seorang yang mampu membuatnya tenang.
“selamat ya sayang,
kamu hebat… aku bangga deh sama kamu” Reza mengecup kening Bella lama.
“kamu juga, selamat
ya sayang. kita lulus.. yeayy”
“oh iya. nanti
malam, kita rayain yuk.. bikin party gitu” Reza duduk di bangku panjang yang berada di
sebelahnya tadi.
“bolehh..” balas Bella yang ikut duduk
bersama Reza
“oke deh. nanti
malam, aku jemput kamu jam 7 malam”
“oke deh.. aku
tunggu kamu dirumah yaa”
gelap
menguasai langit, terlihat seorang pemuda berdiri didepan pintu rumah mewah. di
tekannya bell yang ada pada samping kanan pintu itu.
wajahnya
sulit digambarkan ketika siempunya rumah membukakan pintu untuknya. cantik, batinnya.
“malam za. koq
bengong sih? ayo..”
ucap gadis itu.
“ehh.. kamu cantik
bangett Bell..”
Reza
“ahh.. kamu.. jadi
jalan ngga nih?”
“ehh.. jadi
dongs..” Reza
menggandeng Bella menuju mobil sport
putih miliknya.
hening-
tak ada satu kata pun yang keluar dari mulut mereka didalam mobil. hanya ada
suara music kecil yang sengaja Rezza nyalakan.
30
menit berlalu,
Reza
membukakan pintu untuk Bella yang ternyata ditutup matanya dengan penutup mata.
perlahan, Bella mengikuti langkah Reza yang menuntunnya menuju suatu tempat
yang telah Reza siapkan.
“buka..” Bella membuka penutup matanya.
“ahh.. Za, indah
banget.. kamu yang bikin?”
Bella tak menyangka, taman yang tadinya biasa-biasa saja kini menjadi taman
yang sangat indah. lampu-lampu menghiasi taman itu.
“hehe..” Reza tersenyum simpul
menunjukkan deretan gigi putihnya. dibawanya Bella menuju tempat utama, tempat
dinner yang sangat indah mengapung bebas di tengah danau.
mereka
menjalankan malam yang indah itu berdua. mereka tertawa, bercerita, dan
sesekali muka Bella menjadi merah karena ulah Reza yang menggombalinya.
tak
terasa malam semakin larut. udara mulai dingin hingga menusuk tulang. suasana
kini menjadi serius. terllihat dari ekspressi muka mereka.
“Bella, satu minggu
lagi aku akan ke L.A”
ujarnya perlahan. menggenggam erat jemari gadisnya itu yang mulai menunjukkan
ekspressi sedih pada wajah cantiknya. Bella masih terdiam, hanya saja matanya
mulai berkaca-kaca. sepertinya ia menginginkan agar Reza tetap disini
bersamanya.
“Bell..” Reza menarik dagu mili Bella
agar menatapnya. di tangkupnya pipi cuaby Bella dengan kedua telapak tangannya. dia tahu, gadisnya ini tak
rela jika dia pergi.
“hikss..” tangisnya mulai pecah. aliran
sungai kecil mengalir begitu deras dari pelupuk mata indahnya. Reza membawanya
kedalam dekapannya.
“aku janji, aku
pergi untuk kembali. aku akan jaga hati aku agar tetap menjadi milikmu. aku
akan setia dengan cinta aku walaupun kita LDR”
“hiks.. Za..” Bella merenggangkan pelukannya
kemudian ditatapnya wajah tampan milik kekasihnya itu.
“jangan nangis
dong.. jelek tau kalo nagis”
“aku akan tunggu
janji kamu Za, aku akan nunggu disini untuk kamu. sampai kamu kembali”
satu
minggu berlalu,
kini
saatnya Reza beranngkat menuju L.A, buliran air mata kini terjun sempurna dari
pelupuk mata Bella. Reza memeluk erat tubuh mungil Bella yang mulai melemas.
“please,, jangan
buang air mata kamu karena aku”
“hikss.. Za..” Bella memper-erat pelukannya pada
tubuh kekar Reza dan mulai merasakan bajunya telah basah karena Reza yang
menangis. ia masih terisak.
“jaga diri kamu
baik-baik… aku pergi untuk kembali.. aku janji aku akan jaga hati aku untuk
kamu. dan kamu harus janji jangan pernah
sia-siain air mata kamu untuk aku”
Reza melonggarkan pelukannya. ditariknya kedua belah bibir Bella hingga
membentuk sebuah senyum yang sangat manis walaupun masih ada aliran bening yang
mengalir.
“kamu harus janji,
kamu akan baik-baik disana, jangan telat makan, jangan kecapean, dan satu lagi
jangan lupa shalat. aku disini bakal jaga hati, mata, perasaan dan diri aku
untuk kamu, Za.”
Bella tersenyum kemudian memeluk Reza kembali.
“gitu dong, ini
baru pacar Reza. ngga cengeng, kan cantik” ungkap Reza melonggarkan pelukannya. ditangkupnnya
pipi Bella dengan kedua telapak tangannya kemudian mengecup kening Bella lama.
pesawat
yang ditumpangi Reza telah take off beberapa jam yang lalu. kini Bella tengah
duduk didepan televisi. betapa terkejutnya saat berita menyatakan pesawat air land yang 3 jam lalu telah take off dari bandara Soekarno
Hatta menuju L.A terjatuh disebuah jurang. air matanya langsung membasahi
pipinya, jantungnya berdegub kencang. dan seketika itu juga ia mendapat kabar
dari ibu Reza bahwa Reza kecelakaan dan tidak dapat tertolong lagi. air matanya
semakin deras, kakinya melemas tak mapu lagi untuk menahan beban pada tubuhnya.
kini
jenazah Reza telah selesai di makamkan. air mata masih saja mengantarkan
kepergiannya.
sakit hatinya saat mengingat kejadian itu. air matanya ingin
sekali keluar dari pelupuk matanya. namun, ia teringat pada ucapan Reza yang
terakhir kali sebelum pesawat yang Reza tumpangi jatuh disebuah jurang. “please,, jangan buang air mata kamu karena
aku”. di taruhnya sebucket bunga diatas tempat keabadian seorang Reza Anugrah yang selama ini telah
memberikan hari-harinya menjadi bahagia. dilangkahkan kakinya keluar dari
pemakaman itu.
aku janji, aku akan jaga hati aku buat kamu. aku janji, aku ngga akan
pernah buanng-buang air mata aku untuk kamu dan untuk siapapun. semua kenangan
yang telah kau goreskan dengan cinta kasih yang kamu untuk aku, akan aku simpan
dan tak akan pernah aku lupakan. makasih Reza, kamu telah membuat hari-hariku
menjadi indah walaupun itu hanya sekejap saja. apa pun yang kan terjadi, ku kan selalu jadi milikmu, I will be here
forever. I love you Reza Anugrah.------ (Bella)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar