Sabtu, 19 September 2015

hari ini

Sesak itu hampir saja meruntuhkan pertahananku. Saat tiba-tiba kau datang menghampirinya, tersenyum untuknya. dan satu hal yang memang menjadi alasanku untuk cepat pergi.
Hubungan yang sudah lama dinanti, sekarang terjadi. selamat, semoga kau bisa menjaganya. Menjaga separuh jiwa yang memang tak dapat aku miliki saat ini.

Saat air mata hampir saja terjatuh, kupilih cepat berlalu daan samasekali tak mau memandangmu. Saat sakit ini benar dan nyata, aku ingin pulang. Lupakan apa yang pernah terjadi. Apa yang pernah engkau ciptakan yang bisa membuat hatiku bertekuk lutut untukmu.

saat ini, aku tersadar, engkau tak pernah bisa aku genggam. Mencintaimu sepertinya menjadi kesalahan yang harusnya tak terjadi. Kau menjadi miliknya. Berjalan berdampingan dan tertawa epas bersama. Aku berharap, pd akhirnya kita akan dipertemukan dan bersatu dengan alasan yang tidak dapat dideskripsikan.

Selamat malam minggu~

Jumat, 03 Juli 2015

terimakasih

Kamu seperti bintang. Datang dengan sinarmu yang menyelinap kedalam hatiku . Kamu bersinar terang ketika aku tengah mengeluh dan menyerah. Sinarmu seperti suntikan semangat yang membuatku bangun dan percaya. Aku punya mimpi. Dan aku ingin sekali mewujudkannya bersamamu.. kamu!! Hobby sekali membawaku terbang melewati fantasi.

Kamu seperti bintang. Yang jauh disana, yang tak akan pernah bisa aku gapai.

apa boleh buat. Mimpiku bersamamu harus berhenti sampai disini saja. Bukannya aku tak ingin bersamamu .tapi aku takut sakit dan terbuang untuk kesekian kalinya ..

terimakasih pernah mampir kehatiku. Terimakasih pernah memberiku kenyamanan . Terimakasih pernah menjadi penenang dari segala permasalahanku. Terimakasih pernah menghapus air mataku dari jauh. Terimakasih pernah ada dalam mimpiku. .

Sungguh!! Sayang ini ada untukmu :)

Selasa, 12 Mei 2015

zzzzz

Kadang, ingin berhenti karena terlalu sakit. Kadang, ingin pergi karena merasa tidak dipedulikan. Kadang, sesak itu hampir tidak bisa tertahan kan . Aku tahu, apa pun itu bukan salahnya.

kadang terbesit tanya saat tengah bersamanya ..
bagaimana cinta itu datang, kapan rasa ini mulai muncul? Kenapa harus kepada dia? Siapa yang salah dalam hal ini?

Tuhan, andai ini terbaik untukku , plis .. hilangkan semua sesak itu ..

Sabtu, 21 Februari 2015

harapan

Hari berganti, gelap menguasai .. aku terdiam diantara dua hal yang entah aku tak mengerti.. aku mencoba mencari arti, beralih memandang perasaan yang salah..
aku bertanya kepada siang, kepada gelapnya langit malam. Akhir hari diselimuti awan mendung.. hujan mulai membasahi tubuh yang tak berdaya ini.. aku menangis. Mungkin, bagi sebagian orang cara berfikir ku salah.. tapi, ini lah aku dengan cara berfikir berbeda.
aku bertanya pada seseorang.. dia menjawab dengan tegas, RELAKAN KARENA ITU SUDAH MENJADI TAKDIR.. aku bertanya, apakah takdir ku untuk ditinggalkan? Dia menjawab dengan lembut. AKU TAHU, KAMU HANYA TAKUT KEHILANGAN, TAPI KAMU HARUS INGAT DIA MEMILIKI HAK. DAN ITU YANG SEHARUSNYA MENJADI HAKNYA. PERCAYALAH, DIA TIDAK AKAN PERGI JAUH DARIMU. RELAKAN KARENA ITU YANG MEMBUATNYA BAHAGIA.
aku tak mengaerti, harus seperti apa cara aku berfikir. Tapi, sungguh bukan aku ingin merampas haknya. Aku hanya takut kehilangan bahkan terlupakan. Aku mencoba untuk dewasa. Berbahagialah, karena itu bahagiamu .. :)